Jumat, 22 April 2016

bangsa bangsa sapi perah



BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Ternak adalah hewan yang telah dijinakkan, dikembang biakkan dan dipelihara oleh manusia untuk diambil dan dimanfaatkan hasil produksinya. Ternak yang dipelihara oleh manusia dapat digolongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan hasil produksinya yaitu : (1). Ternak Potong adalah ternak penghasil utama daging, (2). Ternak Perah adalah ternak penghasil utama susu, (3). Ternak Dwiguna adalah ternak penghasil daging atau susu dan biasanya ternak ini juga dipekerjakan oleh petani. Ternak perah adalah ternak yang dapat memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan dapat mempertahankan produksi susu sampai jangka waktu tertentu walaupun anaknya sudah disapih atau lepas susu. Ternak perah diperlihara khusus untuk diambil produksi susunya. Jenis ternak perah yang ada antara lain sapi perah, kambing perah , domba perah dan kerbau perah.
Susu adalah bahan makanan yang mempunyai kandungan gizi cukup tinggi karena mengandung zat makanan seperti protein, lemak, karbohidrat yang seimbang, serta mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan bagi kesehatan. Susu sangat penting dalam kebutuhan sehari – hari, karena mengandung tiga komponen penting yaitu kalsium, protein, dan riboflavin (vit B12). Didalam susu mengandung 4 macam protein yaitu kasein, α-laktalbumin, β-laktaglobulin, dan immunoglobulin. Kasein penyusun 80% protein di dalam susu. Mengandung phopor yang terikat dalam asam amino.
Dalam pakan sehari- hari vitamin A dan B12 masih sedikit terkandung didalam pakan yang berasal dari tumbuhan , sehingga susu menjadi pemenuh kebutuhan sehari-hari. Lemak susu mengandung keistimewaan karena mengandung asam lemak rantai pendek (C2-C4) dan rantai sedang sampai dengan atom C14 sekitar 70% dari total lemak susu. Semakin pedek rantai lemak susu, maka semakin mudah untuk dicerna oleh tubuh.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan produksi susu yang tinggi antara lain : (1). Pemuliabiakan (Breeding), (2). Pemberian pakan yang baik dari segi kualitas dan kuantitas (Feeding), (3). Pengelolaan yang baik (Managemen). Ketiga aspek tersebut harus berjalan secara simultan agar tujuan pemeliharaan dapat tercapai.

1.2. Rumusan Masalah
1.      Jenis dan Bangsa-bangsa ternak perah tripis dan suptropis?
2.      Apa saja peranan ternak perah?
3.      Bagaimana Produksi ternak perah?
4.      Apa saja produk ternak perah?

1.3. Tujuan
1.      Untuk mengetahui asal-usul bangsa-bangsa ternak perah.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis ternak perah.
3.      Untuk mengetahui produktifitas ternak perah.
4.      Untuk mengetahui  produk hasil dari ternak perah.

BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Pengertian
Ternak perah adalah ternak yang dapat memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan dapat mempertahankan produksi susu sampai jangka waktu tertentu walaupun anaknya sudah disapih atau lepas susu. Ternak perah diperlihara khusus untuk diambil produksi susunya. Jenis ternak perah yang ada antara lain sapi perah, kambing perah , domba perah dan kerbau perah.
            Sapi perah adalah salah satu ternak penghasil susu. Tingginya produksi susu yang dihasilkan mampu mensuplai sebagian besar kebutuhan susu di dunia dibanding jenis ternak penghasil susu yang lain seperti kambing, domba dan kerbau, oleh karena itu sapi perah mempunyai kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan susu yang terus meningkat dari tahun ketahun.

2.2. Bangsa Sapi Perah
2.2.1. Taxonomi Sapi
Sapi perah termasuk famili Bovidae dan ruminansia yang mempunyai tanduk berongga. Famili Bovidae dan sub famili bovinae yaitu termasuk kerbau, bison, musk-ox, banteng, dan zebu.
Ø  Kingdom   : Animalia
Ø  Phylum      : Chordata
Merupakan salah satu dari kira-kira 21 phylum dari kingdom animalia yang mempunyai tulang belakang (vertebrata)
Ø  Hewan mammalia berdarah panas, binatang berambut yang menyusui anaknya, dimana susu itu dihasilkan dari sekresi kelenjar ambing.
Ø  SubClass   : Eutheria
Ø  Class          : Mammalia
Ø  Ordo          : Ungulata (mammalia berkuku)
Ø  SubOrdo   : Pecora (ruminan asli/artiodactyles)
Ø  Family       : Bovidae (tanduk berongga)
Ø  Merupakan ruminansia yang mempunyai placenta yang polycotyledon, tanduk berongga.
Ø  Genus        : Bos
Merupakan ruminansia berkaki empat, termasuk sapi yang liardan sapi yang jinak. Terkenal dengan kegemukan tubuh,tanduk yang bengkok menempel di samping tengkorak.
Ø  SubGenus        : Taurine → Bos taurus, Bos indicus
Ø  Bibovine → Bos gaurus, Bos frontalis, Bos sondaicus
Ø  Species            : Bos Taurus Bos taurus primigenus
·         Bos taurus longifron
·         Bos taurus frontasus
·         Bos taurus brachycephallus
·         Bos Indicus

2..2.2.  Bangsa-Bangsa Sapi Perah Subtropis dan Tropis
A.      Bangsa Sapi Perah Subtropis
1.         Friesian Holstein (FH)
Sapi ini dikenal juga dengan nama Fries Holland yang berasal dari propinsi Friesland di negeri Belanda. Di Belanda sapi ini dikenal dengan nama Fries Hollad , sedangkan di Indonesia terkenal dengan nama Friesian Holstein atau Fries Holland (FH). Di Amerika lebih dikenal dengan nama Holstein Friesian atau disingkat dengan nama Holstein Sapi FH adalah bangsa sapi perah tertua dan menduduki populasi terbesar hampir di seluruh dunia, baik di negara sub tropis maupun negara tropis. Bangsa sapi ini mudah beradaptasi di tempat yang baru. Produksi susu sapi FH adalah paling tinggi diantara bangsa sapi perah lainnya.
Ciri-ciri fisik sapi FH :
a.       Mempunyai warna yang cukup terkenal yaitu belang hitam putih
b.      Pada bagian dahi umumnya terdapat warna putih berbentuk segitiga
c.       Kaki bagian bawah, perut dan ekor berwarna putih
d.      Tanduknya pendek dan menjurus ke depan
e.       Berat badan sapi Dewasa : Jantan 900 – 1000 kg, Betina 625 kg . Berat badan anak sapi (pedet) berkisar 40 kg. Sapi FH termasuk bangsa sapi perah yang terbesar badanya diantara bangsa sapi perah lainnya.
Produksi susu sapi FH di Indonesia rata-rata 10 kg per ekor per hari atau lebih kurang 4500 – 5500 kg per laktasi dengan rata-rata kadar lemak 3,45 %. Produksi susu di daerah asalnya bisa mencapai 7245 kg per laktasi dengan kadar lemak susu 3,5 – 3,7 %. Produksi susu FH tertinggi diantara bangsa sapi perah lainnya namun kadar lemaknya relatif rendah. Warna lemaknya kuning dengan butiran-butiran (globula) lemaknya kecil sehingga baik untuk konsumsi susu segar
Sifat-sifat sapi FH :
a.       Pembawaan yang betina tenang dan jinak, sehingga mudah dikuasai, tetapi yang jantan agak ganas.
b.      Tidak tahan panas, tetapi mudah beradaptasi dengan lingkungan
c.       Dewasa Kelamin sapi FH lambat, umur pertama kali dikawinkan 15 – 18 bulan
Bangsa sapi FH murni dianggap cacat warna apabila ditemui :
a.       Sapi tersebut berwarna hitam atau putih mulus
b.      Warna hitam pada bagian kaki, perut dan ekor
c.       Pada batas warna hitam dan putih terdapat warna bayangan ( gabungan antara warna hitam dan putih ).


 







Gambar 1. Sapi Perah Friesian Holstein (FH)

2.         Jersey
Sapi ini berasal dari pulau Jersey yang terletak di Selat Channel antara Prancis dan Inggris (terletak di negara Inggris bagian selatan). Nenek moyang dari sapi Jersey adalah sapi liar Bos (Taurus) Typicus Longifrons yang kemudian dikawin silangkan dengan sapi di Paris dan Normandia (Prancis).
Ciri-ciri fisik sapi Jersey :
a.    Warnanya tidak uniform ( seragam) ada yang berwarna kuning sampai hitam, ada pula yang berwarna merah sampai merah tua, tetapi pada bagian tertentu kadang ada warna putihnya. Warna yang umum adalah coklat muda dan warna sapi yang jantan lebih tua.
b.    Tanduk menjurus ke atas, lebih panjang daripada tanduk sapi FH\
c.    Berat badan sapi dewasa : jantan 625 kg , Betina 425 kg
d.   Produksi susu 2500 kg per laktasi dengan kadar lemak 5,2 %. Lemaknya berwarna kuning, dengan butr-butir lemaknya besar sehingga mudah dibuat mentega. Oleh karena itu sapi jersey banyak ditemukan di derah penghasil mentega.
e.    Badan Sapi Jersey adalah terkecil diantara bangsa sapi perah lainnya tetapi bentuk badanya paling bagus di antara bangsa-bangsa sapi perah lainnya. Perutnya tampak besar dibandingkan badannya dan ambingnya besar serta bagus sehingga bentuk segi tiga badannya jelas sekali.

Sifat-sifat Sapi Jersey :
a.  Sangat peka dan kurang tenang
b.  Sifatnya tidak tenang sehingga mudah terganggu oleh perubahan-perubahan di sekitarnya
c.  Lebih tahan panas
d. Kemampuan merumput ( Grassing ability ) bagus.
e.  Tidak begiti jinak. Sapi Jersey jantan lebih ganas
f.   Memiliki sifat nerveous atau gelisah dan bereaksi cepat terhadap rangsangan
g.  Cepat dewasa



 










Gambar 2. Sapi Perah Jersey

3.         Guernsey
Sapi Guernsey berasal dari pulau Guernsey di Inggris Selatan. Sapi Guernsey lebih kuat dan basar dari sapi Jersey. Sapi Guernsey berasal dari sapi liar subspecies Bos (Taurus) Typicus longifrons.
Ciri-ciri fisik Guernsey :
a.    Warnanya kuning tua sampai hampir merah dengan belang-belang putih, umumnya Pada bagian muka, sisi perut dan kaki, bulu kipas ekor dan flank.
b.    Tanduk ukuran sedang, menjurus ke atas dan agak condong ke depan
c.    Badanya menyerupai Jersey tetapi tidak sebesar Jersey
d.   Berat badan sapi dewasa : jantan 700 kg, Betina 475 kg
e.    Produksi susunya 2750 kg per laktasi dengan kadar lemak 5%.
Sifat-sifat sapi Guernsey :
a.     Lebih tenang dari Sapi Jersey tetapi tidak setenang FH
b.     Cepat menjadi dewasa tetapi sedikit lambat dari Jersey


 








Gambar 3. Sapi Perah Guernsey
4.         Brown Swiss
Bangsa sapi ini berasal dari derah Switzerland ( Swiss). Bangsa sapi Brown Swiss adalah bangsa sapi perah tertua yang berasal dari spesies sapi liar subspecies Bos (Taurus) Typicus Longifrons.
Ciri-ciri fisik Sapi Brown Swiss :
a.    Berwarna coklat keabu-abuan tetapi umumnya berwarna coklat sawo matang.
b.    Termasuk bangsa sapi perah yang besar. Ukuran badan dan tulang cukup besar hampir sama dengan FH.
c.    Hidung dan bulu ekornya berwarna hitam
d.   Berat badan sapi dewasa : jantan 900 kg, betina 600 kg
e.    Produksi susu tinggi nomer dua setelah FH yaitu 3000 kg per laktasi dengan kadar lemak 4%. Warna lemak susunya agak putih biasanya diolah menjadi keju
Sifat-sifat Sapi Brown Swiss :
a.     Jinak dan mudah dipelihara
b.     Dewasa kelamin sedang.

 





Gambar 4. Sapi Perah Brown Swis


5.         Ayrshire
Bangsa sapi ini berasal dari Scotlandia Selatan.
Ciri-ciri fisik Sapi Ayrshire :
a.    Warna belang merah atau belang coklat putih
b.    Tanduk agak panjang menjurus ke atas dan agak lurus dengan kepala
c.    Ukuran tubuhnya sapi Ayrshire terletak antara Sapi Guernsey dan FH
d.   Berat sapi dewasa : jantan 725 kg, betina 550 kg
e.    Produksi susu 3500 kg per laktasi dengan kadar lemak 4%.
Sifat-sifat Sapi Ayrshire :
a.     Agak tenang
b.     Pandai merumput di padang rumput yang tidak begitu subur
c.     Dewasa kelamin sedang.


 






Gambar 5. Sapi Perah Ayshire

B.       Bangsa Sapi Perah Tropis
1.         Sahiwal
Bangsa sapi perah ini berasal dari daerah Punjab ( India). Sapi ini merupakan sapi perah terbaik di India dan diduga sapi ini merupakan sapi perah asli asal daerah tropis yang terbaik di dunia.
Ciri-ciri Fisik Sapi Sahiwal :
a.       Warnanya coklat muda sampai kemerahan
b.      Bulunya sangat halus
c.       Potongan tubuhnya besar
d.      Kakinya pendek
e.       Ambing besar dan menggantung
f.       Berat badan sapi dewasa : jantan 500 – 600 kg, betina 450 kg
g.      Produksi susu 2500 – 3000 kg per laktasi dengan kadar lemak 4-5 %
Sifat-sifat Sapi Sahiwal :
a.       Proses kedewasaan lebih cepat
b.      Dapat bertahan hidup di daerah yang curah hujannya tidak begitu tinggi.


 






Gambar 6. Sapi Perah Tropis Sahiwal

2.         Red Sindhi
Bangsa sapi ini berasal dari India dari daerah yang kering dan panas dengan suhu 50o – 107o F.
Ciri-ciri fisik Sapi Red Sindhi :
a.       Warnanya uniform yaitu merah tua
b.      Tubuhnya lebih kecil dari sapi sahiwal
c.       Potongan tubuh kuat, kokoh dan kaki pendek
d.      Berat badan sapi dewasa : jantan 450- 500 kg, betina 300 – 350 kg
e.       Ukuran ambing besar
f.       Produksi susu 1700 kg / laktasi dengan kadar lemak 4 %
Sifat-sifat Sapi Red Sindhi :
a.       Lambat dewasa


 








Gambar 7. Sapi Perah Tropis Red Sindhi
3.         Gir
Sapi ini berasal dari India.
Ciri-ciri Sapi Gir :
a.       Warna sapi gir umumnya putih dengan sedikit bercak coklat atau hitam, tetapi ada juga yang berwarna kuning kemerahan.
b.      Berat badan sapi dewasa : jantan 600 kg dan betina 400 kg.
c.       Produksi susu 2000 kg per laktasi dengan kadar lemak 4,5 – 5 %.


 




                 


Gambar 8. Sapi Perah Tropis Gir

4.         Ongole
Sapi ini berasal dari India.
Ciri-ciri Sapi Ongole :
a.       Warnanya putih, pada bagian pantat, leher dan kepala pada sapi jantan berwarna kelabu gelap.
b.      Berat badan sapi dewasa : jantan 500 – 650 kg, betina 450 – 500 kg
c.       Produksi susunya jauh di bawah Sahiwal dan Red Sindhi yaitu 1250 – 1500 kg per laktasi dengan kadar lemak 5%.
5.         Peranakan Friesian Holstein (PFH)
Sapi ini adalah hasil persilangan antara sapi asli Indonesia yaitu sapi Jawa dan Madura dengan Sapi FH murni. Hasil persilangan tersebut kini populer disebut dengan Sapi Grati dan banyak diternakkan di daerah Jawa Timur yaitu di daerah Grati. Ciri-ciri sapi ini menyerupai sapi FH, badannya lebih kecil dari FH. Produksi susunya pun lebih rendah dari sapi FH. Produksi susu sapi PFH 2500 – 3000 kg per laktasi.


 





Gambar 9. Sapi Perah Tropis Peranakan Friesian Holstein


2.3.Bangsa Kerbau Perah
2.3.1. Taxonomi Kerbau
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordate
Kelas               : Mamalia
Ordo                : Artio dactyla
Family             : Bovidae
Upa family      : Bovinae
Genus  : Bubalus Spesies        : B. bubalis
Dibanding sapi (Bos taurus) kerbau merupakan binatang yang bertulang besar, agak kompak dengan badan tergantung rendah pada kaki-kaki yang kuat dengan kuku-kuku besar. Kerbau tidak memiliki gelambir atau punuk. Salah satu jenis kerbau sungai-salah satu jenis kerbau-bentuk tubuhnya dapat dijadikan sebagai penghasil susu yang baik sesuai dengan bentuk tubuh dari sapi perah, dan bentuk tubuh dari kerbau rawa jenis kerbau lain sama dengan bentuk tubuh ras pedaging zebu. Pada umumnya, semua kerbau memiliki tanduk lebih padat dari pada tanduk sapi. Arah pertumbuhan tanduknya pun bervariasi, sehingga menyebabkan tanduknya berukuran lebar dibanding tanduk dari sapi perah lain.


2.3.2. Bangsa-Bangsa Kerbau Perah
1.     Kerbau Murrah
Daerah asli kerbau murrah dari Ultra Pradesh Barat, Delhi India serta Karachi di Pakistan. Kerbau Murah merupakan kerbau penghasil susu.
Ciri-ciri Kerbau Murrah :
a.       Bentuk tubuh padat
b.      Anggota badan pendek dan kuat
c.       Ekornya mempunyai bulu kipas berwarna putih
d.      Tanduk melingkar berbentuk spiral
e.       Umumnya warnanya hitam
f.       Ambing berlkembang baik dengan vena susu menonjol
g.      Berat badan kerbau dewasa : jantan 550 kg, betina 450 kg
h.      Produksi susu 2200 – 3100 kg per laktasi dengan kadar lemak 7 %
Keturunan kerbau Murrah yang terbentuk karena perbedaan daerah dan lokasi hidup antara lain : Nili, Ravi dan Kundi. Kerbau Murrah banyak diternakkan di Indonesia di daerah Medan Sumatera Utara oleh para pekerja perkebunan yang didatangkan dari India pada masa penjajahan Belanda.


 








                                        Gambar 10. Kerbau Perah Murrah

2.         Kerbau Nili Dan Ravi
Kerbau Nili dan Ravi merupakan keturunan dari kerbau Murrah yang hidup di daerah sungai Sutley dan Ravi di Pakistan. Perbedaan pokok bangsa ini dengan murrah adalah keadaan muka, dan dahi. Nili berarti biru yang mencerminkan warna sungai Sutley. Sedangkan Ravi sering disebut sebagai bangsa Sundal bar.
Ciri-ciri fisik Kerbau Nili :
a.       Berat badan dewasa : jantan 560 kg sedangkan betina 450 kg
b.      Tanduknya kecil
c.       Warna putih pada bagian dahi, muka, moncong, paha dan bulu kipas ekor
d.      Produksi susu mencapai 10 kg per hari.
Ciri-ciri Fisik Kerbau Ravi :
a.       Berat badan dewasa jantan 680 kg dan betina 630 kg
b.      Dahinya datar
c.       Warna putih pada bagian kepala, paha, ambing dan bulu kipas ekor
d.      Produksi susu 1800 kg per masa laktasi ( 250 hari).
Gambar 11. Kerbau Perah Nili Ravi


3.         Kerbau Kundi
Kerbau Kundi mulanya ditemukan di daerah Sindhi sehingga dikenal dengan nama Sindhi Murrah. Nama Kundi bermula dari istilah yang ditimbulkan oleh adanya bentuk tanduk kerbau ini yang mirip dengan bentuk pancing.
Ciri-ciri fisik Kerbau Kunci :
a.       Warna kulit umumnya hitam tetapi ada juga yang berwarna coklat terang.
b.      Bentuk badan kecil lebih kecil dari Nili Ravi
c.       Dasar tanduk tebal mengarah ke belakang, atas dan pada akhirnya melengkung membentuk ukiran seperti pancing
d.      Dahi cukup menonjol, muka cekung dengan mata kecil dan bercahaya
e.       Ambingnya besar dengan vena susu menonjol
f.       Berat badan dewasa jantan 600 kg, betina 375 kg.
g.      Produksi susu mencapai 2000 kg per laktasi (300 hari).
                        


 



Gambar 12. Kerbau Perah Kundi

4.         Kerbau Surti
Kerbau Surti adalah bangsa kerbau perah yang sangat dikenal di daerah Gujarat, negara bagian Bombay di antara sungai Mahi dan Sabarmati.Dikenal sebagai kerbau penghasil susu yang baik.
Ciri-ciri Fisik Kerbau Surti :
a.       Bentuk tubuhnya besar dengan kaki agak pendek
b.      Warna kulit antara warna hitam dan coklat
c.       Tanduk termasuk menengah dan berbentuk bulan sabit.
d.      Terdapat warna putih berbentuk huruf V pada tubuhnya
e.       Bulu kipas ekor berwarna putih
f.       Berat badan jantan 670 kg dan betina 540 kg
g.      Produksi susu 1900 – 2000 kg per laktasi dengan kadar lemak 7,5 %.



 








Gambar 13. Kerbau Perah Surti

2.4. Kambing Perah
2.4.1.      Taxonomi Kambing
Dibeberapa Negara termasuk Negara tropis walaupun banyak jenis kambing, tetapi masih sedikit sekali perhatian terhadap seleksi atau breeding dalam usaha memperoleh satu performance yang baik (Blakely,1991).
Ø  Filum         : Chordota (hewan bertulang belakang)
Ø  Kelas         : Mamalia (hewan menyusui)
Ø  Ordo          : Artiodactyla (hewan berkuku genap)
Ø  Famili        : Bovidae (hewan memamah biak)
Ø  Sub Famili : Caprinae
Ø  Genus        : Capra
Ø  Spesies      : C. aegagrus
Ø  Sub Spesies: Capra aegagrus hircus

2.4.2.  Bangsa-Bangsa Kambing Perah Subtropis dan Tropis
A.  Bangsa Kambing Perah Subtropis
1.    Anglo Nubian
Kambing ini berasal dari daerah Nubia di Timur Laut Afrika. Kambing ini banyak diternakkan di Mesir, Afrika Selatan. Ditinjau dari performance nya kambing ini merupakan persilangan antara kambing Jamnapari dari India dan kambing Nubian.
Ciri-ciri Fisik Anglo Nubian :
a.    Bulunya berwarna hitam, merah, coklat, putih atau kombinasi warna-warna tersebut.
b.    Badannya besar dengan berta badan dewasa : jantan 90 kg, betina 70 kg.
c.    Kakinya tinggi
d.   Telinga panjang dan menggantung
e.    Tidak bertanduk
f.    Profil mukanya cembung biasa disebut “ Roman Nose “
g.    Ambing besar
h.    Produksi susunya 221 kg per laktasi ( 247 hari) dengan kadar lemak 5,6 %, sehingga kambing ini sering disebut juga “ Jersey Cows in The Goat World “
Sifat-Sifat Kambing Anglo Nubian :
a.    Kambing ini cocok dikembangkan di daerah tropis sehingga sering digunakan untuk grading up atau perbaikan mutu kambing local.

2.      Alpen
Kambing ini berasal dari pegunungan Alpen di Austria dan Perancis.
Ciri-Ciri Kambing Alpen :
a.       Warnanya bermacam-macam, putih, coklat,hitam dan kombinasi dari warna tersebut.
b.      Telinga berukuran sedang, halus dan berdiri
c.       Baik jantan maupun betina mempunyai bulu yang pendek
d.      Berat badan dewasa : jantan 90 kg dan betina 55 kg.
e.       Ambingnya besar dengan produksi susunya 4,5 kg per hari
Sifat-sifat Kambing Alpen :
a.       Sensitif terhadap sinar matahari, sehingga bila berada di daerah tropis dipelihara di dalam kandang, tetapi mampu menyesuaikan diri dengan baik di daerah tropis beriklim kering.
b.      Cocok hidup di daerah pegunungan


 







Gambar 14. Kambing Perah Subtropis Alpen

3.         Saanen
Kambing Saanen asli berasal dari Swiss bagian barat. Kambing ini di Amerika disukai bukan karena produksi susunya yang tinggi tetapi karena persistensi produksinya yang baik.
Ciri-Ciri Kambing Saanen :
a.       Warna kambing ini umumnya putih atau sedikit crem
b.      Garis profil mukanya lurus atau sedikit cekung
c.       Daun telinga berdiri dan mengarah ke depan
d.      Kambing saanen telah sangat populer di India Barat dan produksinya selama periode laktasi 250 hari mencapai 800 kg
e.       Tidak bertanduk
Sifat-sifat Kambing Saanen :
a.       Sensitif terhadap sinar matahari yang kuat sehingga bila dikembangkan di daerah tropis sebaiknya dikandangkan.
b.      Kambing ini dapat hidup dengan baik di daerah pegunungan yang dingin


 




Gambar 15. Kambing Perah Subtropis Saamen

4.         Toggenburg
Kambing Toggenburg berasal dari Swiss Timur Laut yaitu lembah Toggenburg.
Ciri-Ciri Kambing Toggenburg :
a.       Warna bulu bervariasi dari coklat muda sampai coklat tua.
b.      Warna telinga dan kaki putih
c.       Telinga berdiri dan mengarah ke depan
d.      Kepala berukuran sedang dan garis profil mukanya sedikit cekung
e.       Berat badan dewasa : jantan 80 kg, betina 60 kg
f.       Kulit dan bulunya halus
g.      Produksi susu mencapai 600 kg selama masa laktasi (267 hari).
    



Gambar 16. Kambing Perah Subtropis Toggenburg

B.     Bangsa Kambing Perah Tropis
1.      Etawa
Kambing Etawa berasal dari daerah Jamnapari, India. Oleh karena itu kambing ini disebut juga dengan kambing Jamnapari. Kambing Etawa popular sebagai kambing perah ( susu ) di daerah India, Asia Tenggara dan daerah lain.
Ciri-ciri Fisik Kambing Etawa :
a.       Postur tubuhnya besar
b.      Telinganya lebar, panjang dan menggantung
c.       Mukanya cembung
d.      Warna bulunya bervariasi dengan warna dasar putih, coklat dan hitam.
e.       Berat badan dewasa : jantan 90 kg, betina 60 kg
f.       Ambing biasanya berkembang baik
g.      Produksi susunya 235 kg per laktasi (261 hari) dengan kadar lemak 5,2 %. Pada masa puncak laktasi produksi susu kambing ini mencapai 3,8 kg
Sifat-Sifat Kambing Etawa :
a.       Pertumbuhannya baik
b.      Mampu beradaptasi dengan sangat baik terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim. Sehingga kambing ini sering digunakan untuk grading up (memperbaiki mutu kambing lokal yang lebih kecil seperti di India, Malaysia dan Indonesia.




                                                                           


Gambar 17. Kambing Perah Tropis Ettawa

2.      Beetal
Kambing ini banyak dipelihara di daerah Punjab India, Rawalpindi dan Lahore, Pakistan Barat.
Ciri-ciri Fisik Kambing Beetal :
a.       Ciri fisik kambing ini mirip dengan kambing etawa, diduga merupakan hasil perkawinan silang antara kambing Etawa dengan kambing lokal.
b.      Profil mukanya Roman Nose
c.       Telinga panjang tetapi lebih kecil dari etawa
d.      Kambing ini biasanya berwarna coklat / merah dengan belang putih
e.       Berat badan kambing betina dewasa kira-kira 45 kg
f.       Produksi susu 190 kg selama masa laktasi (180 hari)






Gambar 18. Kambing Perah Tropis Beetal

3.      Damaskus
Kambing ini banyak dipelihara di Libanon, Syria dan Ciprus.
Ciri-ciri Fisik Kambing Damaskus :
a.       Warna umumnya merah
b.      Baik jantan maupun betina tidak bertanduk
c.       Profil mukanya Konveks
d.      Telinga panjang dan menggantung
e.       Berat badan antara 40 – 60 kg
f.       Produksi susu 3-4 liter per hari atau antara 300 – 600 kg selama laktasi (8 bulan)
g.      Kambing ini lebih subur dari kambing Saanen


 




                      



Gambar 19. Kambing Perah Tropis Damaskus
4.      Barbari
Kambing ini banyak ditemukan di India bagian Utara dan Pakistan Barat
Ciri-ciri Fisik Kambing Barbari :
a.       Badannya lebih kecil dari kambing Jamnapari dan Beetal.
b.      Umumnya berwarna putih dengan bercak coklat
c.       Bulu-bulunya pendek
d.      Berat kambing dewasa antara 27 – 36 kg.
e.       Ambingnya berkembang dengan baik
f.       Produksi susunya 144 kg per laktasi ( 235 hari)
Di India kambing ini dikembangkan dengan baik karena bentuk tubuhnya yang kecil dan produksi susunya cukup tinggi sehingga kambing ini dipandang sebagai produsen susu yang ekonomis.


 







Gambar 20. Kambing Perah Tropis Barbari

2.5. Keistimewaan atau Keuntungan Ternak Perah
Di antara ternak ruminansia dan ternak perah yang paling banyak diternakkan dan diusahakan, baik secara tradisional ataupun secara komersial, adalah sapi perah. Hal ini karena sapi perah memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan ternak ruminansia lainnya atau dengan ternak non-ruminansia. Beberapa keistimewaan dan yang menguntungkan tersebut adalah:
a.         Peternakan sapi perah adalah suatu usaha yang tetap.
b.         Peternakan sapi perah menghasilkan banyak macam produk.
c.         Biaya produksi yang lebih murah per unit usaha.
d.        Ternak sapi perah memiliki masa hidup produksi (life time production) yang lebih lama.
e.         Ternak sapi perah lebih efisien dalam merubah nutrisi pakan menjadi protein hewani dan energi.
f.          Ternak sapi perah lebih baik dalam memanfaatkan limbah pertanian.
g.         Jaminan pendapatan yang tetap.
h.         Penggunaan tenaga kerja yang tetap.
i.           Kesuburan tanah dapat dipertahankan.
j.           Memberikan peluang kombinasi usaha
k.         Skala usaha yang fleksibel
l.           Komoditas unggulan di negara maju
m.       Sumber bakalan usaha penggemukan yang baik

2.6. Peranan Ternak Perah
Alasan-alasan yang dikemukakan oleh para ahli makanan tersebut berlandaskan pada sifat dan karakteristik produk susu sebagai makanan manusia hasil produksi peternakan sapi perah, sebagai berikut:
a.       Kebutuhan pangan (konsumsi protein hewani) yang terus meningkat seiring dengan lonjakan peningkatan populasi manusia, maka produk susu menjadi pilihan utama yang paling mudah untuk mencukupinya.
b.      Semua produk asal susu mempunyai mutu yang spesifik dan mempunyai sifat nutrisional yang tinggi.
c.       Kemampuan yang khusus dan efisien dari sapi perah dalam merubah bahan makanan yang tidak berguna bagi manusia menjadi bahan makanan yang bernilai gizi tinggi.
d.      Di negara-negara maju, sapi perah menjadi sumber kekuatan ekonomi bangsa, sehingga paling banyak diusahakan dengan jumlah populasi yang tertinggi. Dengan perkataan lain, kontribusi terhadap pendapatan nasional dalam agrikultur menduduki porsi yang tertinggi. Apabila terjadi kasus kelaparan di dunia, terutama di negara-negara ketiga (under develop), paling mudah dan cepat dapat ditanggulangi dengan produkproduk sapi perah.


BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Ternak perah adalah ternak yang dapat memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan dapat mempertahankan produksi susu sampai jangka waktu tertentu walaupun anaknya sudah disapih atau lepas susu. Ternak perah diperlihara khusus untuk diambil produksi susunya. Jenis ternak perah yang ada antara lain sapi perah, kambing perah , domba perah dan kerbau perah.
Sapi perah adalah salah satu ternak penghasil susu. Tingginya produksi susu yang dihasilkan mampu mensuplai sebagian besar kebutuhan susu di dunia dibanding jenis ternak penghasil susu yang lain seperti kambing, domba dan kerbau, oleh karena itu sapi perah mempunyai kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan susu yang terus meningkat dari tahun ketahun.
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2000. Budidaya Ternak Sapi Perah. Kantor Deputi Bidang Pendayaguan dan Pemasyarakatan IPTEK. Jakarta.
Anonim.2010. Sejarah Domestikasi dan Nenek Moyang Sapi Perah.http//www. Kelasfapetc.2010.file.wordpress.com. Di unduh pada tanggal 7 April 2016.

Anonim. 2011. Asal Usul Sapi Perah di Indonesia.http// www.duniasapi.com// 1504-sapi-perah-di-indonesia. Di unduh pada tanggal 8 April 2016.

Anonim. 2012. Sapi Simmental. http // www.usaha-ternak-sapi potong.blogspot.com. Di unduh pada tanggal 8 April 2016.
           
Budi, Usman, dkk. 2006. Buku Ajar Dasar Ternak Perah. Depertemen Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara. Medan.

Makin, moch. 2011. Tata Laksana Peternakan Sapi Perah. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Muljana, B.A. 1987. Pemeliharaan dan Kegunaan Ternak Perah.Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) dan (UNS Press). Surakarta.

Nurdin, Ellyza. 2011. Manajemen Sapi Perah. Graha Ilmu: Yogyakarta.

Syarif, Erif Kemal dan Harianto, Bagus. 2011. Beternak Dan Bisnis Sapi Perah. PT Agromedia Pustaka: Jakarta Selatan.