BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Latar Belakang
Ternak adalah hewan
yang telah dijinakkan, dikembang biakkan dan dipelihara oleh manusia untuk
diambil dan dimanfaatkan hasil produksinya. Ternak yang dipelihara oleh manusia
dapat digolongkan menjadi beberapa golongan berdasarkan hasil produksinya yaitu
: (1). Ternak Potong adalah ternak penghasil utama daging, (2). Ternak Perah
adalah ternak penghasil utama susu, (3). Ternak Dwiguna adalah ternak penghasil
daging atau susu dan biasanya ternak ini juga dipekerjakan oleh petani. Ternak
perah adalah ternak yang dapat memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan
dapat mempertahankan produksi susu sampai jangka waktu tertentu walaupun anaknya
sudah disapih atau lepas susu. Ternak perah diperlihara khusus untuk diambil
produksi susunya. Jenis ternak perah yang ada antara lain sapi perah, kambing
perah , domba perah dan kerbau perah.
Susu adalah bahan makanan yang mempunyai kandungan gizi cukup tinggi
karena mengandung zat makanan seperti protein, lemak, karbohidrat yang
seimbang, serta mengandung banyak vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan
bagi kesehatan. Susu sangat penting
dalam kebutuhan sehari – hari, karena mengandung tiga komponen penting yaitu kalsium,
protein, dan riboflavin (vit B12). Didalam susu mengandung 4 macam protein
yaitu kasein, α-laktalbumin, β-laktaglobulin, dan immunoglobulin. Kasein
penyusun 80% protein di dalam susu. Mengandung phopor yang terikat dalam
asam amino.
Dalam pakan sehari- hari vitamin A dan B12 masih sedikit
terkandung didalam pakan yang berasal dari tumbuhan , sehingga susu
menjadi pemenuh kebutuhan sehari-hari. Lemak susu mengandung
keistimewaan karena mengandung asam lemak rantai pendek (C2-C4) dan rantai
sedang sampai dengan atom C14 sekitar 70% dari total lemak susu. Semakin
pedek rantai lemak susu, maka semakin mudah untuk dicerna oleh tubuh.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mendapatkan produksi susu yang
tinggi antara lain : (1). Pemuliabiakan (Breeding), (2).
Pemberian pakan yang baik dari segi kualitas dan kuantitas (Feeding),
(3). Pengelolaan yang baik (Managemen). Ketiga aspek tersebut
harus berjalan secara simultan agar tujuan pemeliharaan dapat tercapai.
1.2.
Rumusan Masalah
1. Jenis
dan Bangsa-bangsa ternak perah tripis dan suptropis?
2. Apa
saja peranan ternak perah?
3. Bagaimana
Produksi ternak perah?
4.
Apa saja produk ternak
perah?
1.3.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui asal-usul bangsa-bangsa ternak perah.
2. Untuk
mengetahui jenis-jenis ternak perah.
3. Untuk
mengetahui produktifitas ternak perah.
4. Untuk
mengetahui produk hasil dari ternak
perah.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Ternak perah adalah
ternak yang dapat memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan dapat
mempertahankan produksi susu sampai jangka waktu tertentu walaupun anaknya
sudah disapih atau lepas susu. Ternak perah diperlihara khusus untuk diambil
produksi susunya. Jenis ternak perah yang ada antara lain sapi perah, kambing
perah , domba perah dan kerbau perah.
Sapi perah adalah salah satu ternak
penghasil susu. Tingginya produksi susu yang dihasilkan mampu mensuplai
sebagian besar kebutuhan susu di dunia dibanding jenis ternak penghasil susu
yang lain seperti kambing, domba dan kerbau, oleh karena itu sapi perah
mempunyai kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan susu yang terus
meningkat dari tahun ketahun.
2.2.
Bangsa Sapi Perah
2.2.1.
Taxonomi Sapi
Sapi perah termasuk famili Bovidae
dan ruminansia yang mempunyai tanduk berongga. Famili Bovidae dan sub famili
bovinae yaitu termasuk kerbau, bison,
musk-ox, banteng, dan zebu.
Ø Kingdom : Animalia
Ø Phylum : Chordata
Merupakan
salah satu dari kira-kira 21 phylum dari kingdom animalia yang mempunyai tulang belakang (vertebrata)
Ø Hewan
mammalia berdarah panas, binatang berambut yang menyusui anaknya, dimana susu
itu dihasilkan dari sekresi kelenjar ambing.
Ø SubClass : Eutheria
Ø Class :
Mammalia
Ø Ordo :
Ungulata (mammalia berkuku)
Ø SubOrdo : Pecora (ruminan asli/artiodactyles)
Ø Family : Bovidae (tanduk berongga)
Ø Merupakan
ruminansia yang mempunyai placenta yang polycotyledon,
tanduk berongga.
Ø Genus :
Bos
Merupakan
ruminansia berkaki empat, termasuk sapi yang liardan sapi yang jinak. Terkenal
dengan kegemukan tubuh,tanduk yang bengkok menempel di samping tengkorak.
Ø SubGenus :
Taurine → Bos taurus, Bos indicus
Ø Bibovine → Bos gaurus, Bos frontalis, Bos sondaicus
Ø Species :
Bos Taurus →Bos taurus primigenus
·
Bos taurus longifron
·
Bos taurus frontasus
·
Bos taurus brachycephallus
·
Bos Indicus
2..2.2. Bangsa-Bangsa Sapi Perah Subtropis dan Tropis
A. Bangsa Sapi
Perah Subtropis
1.
Friesian Holstein (FH)
Sapi
ini dikenal juga dengan nama Fries
Holland yang berasal dari propinsi Friesland di negeri Belanda. Di Belanda sapi ini dikenal dengan
nama Fries Hollad ,
sedangkan di Indonesia terkenal dengan nama Friesian Holstein atau Fries Holland (FH). Di Amerika lebih dikenal dengan nama Holstein Friesian atau disingkat dengan nama Holstein Sapi FH adalah bangsa
sapi perah tertua dan menduduki populasi terbesar hampir di seluruh dunia, baik di negara sub tropis
maupun negara tropis. Bangsa
sapi ini mudah beradaptasi di tempat yang baru. Produksi susu sapi FH adalah
paling tinggi diantara bangsa sapi perah lainnya.
Ciri-ciri fisik sapi FH :
a.
Mempunyai warna yang
cukup terkenal yaitu belang hitam putih
b.
Pada bagian dahi
umumnya terdapat warna putih berbentuk segitiga
c.
Kaki bagian bawah,
perut dan ekor berwarna putih
d.
Tanduknya pendek dan
menjurus ke depan
e.
Berat badan sapi Dewasa
: Jantan 900 – 1000 kg, Betina 625 kg . Berat badan anak sapi (pedet)
berkisar 40 kg. Sapi FH termasuk bangsa sapi perah yang terbesar badanya
diantara bangsa sapi perah lainnya.
Produksi
susu sapi FH di Indonesia rata-rata 10 kg
per ekor per hari atau lebih kurang 4500 – 5500 kg per laktasi dengan
rata-rata kadar lemak 3,45 %. Produksi
susu di daerah asalnya bisa mencapai 7245 kg per laktasi dengan kadar lemak
susu 3,5 – 3,7 %. Produksi
susu FH tertinggi diantara bangsa sapi perah lainnya namun kadar lemaknya relatif
rendah. Warna lemaknya kuning dengan butiran-butiran (globula)
lemaknya kecil sehingga baik untuk konsumsi susu segar
Sifat-sifat sapi FH :
a.
Pembawaan yang betina
tenang dan jinak, sehingga mudah dikuasai, tetapi yang jantan agak ganas.
b.
Tidak tahan panas,
tetapi mudah beradaptasi dengan lingkungan
c.
Dewasa Kelamin sapi FH
lambat, umur pertama kali dikawinkan 15 – 18 bulan
Bangsa
sapi FH murni dianggap cacat warna apabila ditemui :
a. Sapi
tersebut berwarna hitam atau putih mulus
b. Warna
hitam pada bagian kaki, perut dan ekor
c. Pada
batas warna hitam dan putih terdapat warna bayangan ( gabungan antara warna
hitam dan putih ).
![]() |
Gambar 1. Sapi Perah Friesian Holstein (FH)
2.
Jersey
Sapi
ini berasal dari pulau Jersey yang
terletak di Selat Channel antara Prancis dan Inggris (terletak di negara
Inggris bagian selatan). Nenek moyang dari sapi Jersey adalah sapi liar Bos
(Taurus) Typicus Longifrons yang kemudian dikawin silangkan dengan sapi di
Paris dan Normandia (Prancis).
Ciri-ciri fisik sapi Jersey :
a.
Warnanya tidak uniform
( seragam) ada yang berwarna kuning sampai hitam, ada pula yang berwarna merah
sampai merah tua, tetapi pada bagian tertentu kadang ada warna putihnya. Warna
yang umum adalah coklat muda dan warna sapi yang jantan lebih tua.
b.
Tanduk menjurus ke
atas, lebih panjang daripada tanduk sapi FH\
c.
Berat badan sapi dewasa
: jantan 625 kg , Betina 425 kg
d.
Produksi susu 2500 kg per laktasi dengan
kadar lemak 5,2 %. Lemaknya berwarna kuning, dengan butr-butir lemaknya besar
sehingga mudah dibuat mentega. Oleh karena itu sapi jersey banyak ditemukan di
derah penghasil mentega.
e.
Badan Sapi Jersey
adalah terkecil diantara bangsa sapi perah lainnya tetapi bentuk badanya paling
bagus di antara bangsa-bangsa sapi perah lainnya. Perutnya tampak besar
dibandingkan badannya dan ambingnya besar serta bagus sehingga bentuk segi tiga
badannya jelas sekali.
Sifat-sifat Sapi Jersey :
a.
Sangat peka dan kurang
tenang
b. Sifatnya
tidak tenang sehingga mudah terganggu oleh perubahan-perubahan di sekitarnya
c. Lebih
tahan panas
d. Kemampuan
merumput ( Grassing ability ) bagus.
e. Tidak
begiti jinak. Sapi Jersey jantan lebih ganas
f.
Memiliki sifat nerveous
atau gelisah dan bereaksi cepat terhadap rangsangan
g. Cepat
dewasa
![]() |
Gambar 2. Sapi Perah Jersey
3.
Guernsey
Sapi
Guernsey berasal dari pulau Guernsey di Inggris Selatan. Sapi Guernsey lebih
kuat dan basar dari sapi Jersey. Sapi Guernsey berasal dari sapi liar
subspecies Bos (Taurus) Typicus longifrons.
Ciri-ciri fisik Guernsey :
a.
Warnanya kuning tua
sampai hampir merah dengan belang-belang putih, umumnya Pada bagian muka, sisi
perut dan kaki, bulu kipas ekor dan flank.
b.
Tanduk ukuran sedang,
menjurus ke atas dan agak condong ke depan
c.
Badanya menyerupai
Jersey tetapi tidak sebesar Jersey
d.
Berat badan sapi dewasa
: jantan 700 kg, Betina 475 kg
e.
Produksi susunya 2750 kg per laktasi dengan
kadar lemak 5%.
Sifat-sifat sapi Guernsey :
a.
Lebih tenang dari Sapi
Jersey tetapi tidak setenang FH
b.
Cepat menjadi dewasa
tetapi sedikit lambat dari Jersey
![]() |
Gambar 3. Sapi Perah Guernsey
4.
Brown Swiss
Bangsa
sapi ini berasal dari derah Switzerland ( Swiss). Bangsa sapi Brown Swiss
adalah bangsa sapi perah tertua yang berasal dari spesies sapi liar subspecies Bos
(Taurus) Typicus Longifrons.
Ciri-ciri fisik Sapi Brown Swiss :
a.
Berwarna coklat keabu-abuan
tetapi umumnya berwarna coklat sawo matang.
b.
Termasuk bangsa sapi
perah yang besar. Ukuran badan dan tulang cukup besar hampir sama dengan FH.
c.
Hidung dan bulu ekornya
berwarna hitam
d.
Berat badan sapi dewasa
: jantan 900 kg, betina 600 kg
e.
Produksi susu tinggi
nomer dua setelah FH yaitu 3000 kg
per laktasi dengan kadar lemak 4%. Warna lemak
susunya agak putih biasanya diolah menjadi keju
Sifat-sifat Sapi Brown Swiss :
a.
Jinak dan mudah
dipelihara
b.
Dewasa kelamin sedang.
Gambar 4. Sapi Perah Brown Swis
5.
Ayrshire
Bangsa
sapi ini berasal dari Scotlandia Selatan.
Ciri-ciri fisik Sapi Ayrshire :
a.
Warna belang merah atau
belang coklat putih
b.
Tanduk agak panjang
menjurus ke atas dan agak lurus dengan kepala
c.
Ukuran tubuhnya sapi
Ayrshire terletak antara Sapi Guernsey dan FH
d.
Berat sapi dewasa :
jantan 725 kg, betina 550 kg
e.
Produksi susu 3500 kg per laktasi dengan
kadar lemak 4%.
Sifat-sifat Sapi Ayrshire :
a.
Agak tenang
b.
Pandai merumput di
padang rumput yang tidak begitu subur
c.
Dewasa kelamin sedang.
![]() |
Gambar 5. Sapi Perah Ayshire
B. Bangsa
Sapi Perah Tropis
1.
Sahiwal
Bangsa sapi perah ini berasal dari
daerah Punjab ( India). Sapi ini merupakan
sapi perah terbaik di India dan diduga sapi ini merupakan sapi perah asli asal
daerah tropis yang terbaik di dunia.
Ciri-ciri Fisik Sapi Sahiwal :
a.
Warnanya coklat muda
sampai kemerahan
b.
Bulunya sangat halus
c.
Potongan tubuhnya besar
d.
Kakinya pendek
e.
Ambing besar dan
menggantung
f.
Berat badan sapi dewasa
: jantan 500 – 600 kg, betina 450 kg
g.
Produksi susu 2500 –
3000 kg per laktasi dengan kadar
lemak 4-5 %
Sifat-sifat Sapi Sahiwal :
a.
Proses kedewasaan lebih
cepat
b.
Dapat bertahan hidup di
daerah yang curah hujannya tidak begitu tinggi.
![]() |
Gambar
6. Sapi Perah Tropis Sahiwal
2.
Red Sindhi
Bangsa
sapi ini berasal dari India dari daerah yang kering dan panas dengan suhu 50o
– 107o F.
Ciri-ciri fisik Sapi Red Sindhi :
a.
Warnanya uniform yaitu
merah tua
b.
Tubuhnya lebih kecil
dari sapi sahiwal
c.
Potongan tubuh kuat,
kokoh dan kaki pendek
d.
Berat badan sapi dewasa
: jantan 450- 500 kg, betina 300 – 350 kg
e.
Ukuran ambing besar
f.
Produksi susu 1700 kg /
laktasi dengan kadar lemak 4 %
Sifat-sifat Sapi Red Sindhi :
a.
Lambat dewasa
![]() |
Gambar 7. Sapi Perah Tropis Red Sindhi
3.
Gir
Sapi
ini berasal dari India.
Ciri-ciri Sapi Gir :
a.
Warna sapi gir umumnya
putih dengan sedikit bercak coklat atau hitam, tetapi ada juga yang berwarna
kuning kemerahan.
b.
Berat badan sapi dewasa
: jantan 600 kg dan betina 400 kg.
c.
Produksi susu 2000 kg per laktasi dengan kadar
lemak 4,5 – 5 %.
![]() |
Gambar
8. Sapi Perah Tropis Gir
4.
Ongole
Sapi
ini berasal dari India.
Ciri-ciri Sapi Ongole :
a.
Warnanya putih, pada
bagian pantat, leher dan kepala pada sapi jantan berwarna kelabu gelap.
b.
Berat badan sapi dewasa
: jantan 500 – 650 kg, betina 450 – 500 kg
c.
Produksi susunya jauh
di bawah Sahiwal dan Red Sindhi yaitu 1250 – 1500 kg per laktasi dengan kadar
lemak 5%.
5.
Peranakan Friesian Holstein (PFH)
Sapi
ini adalah hasil persilangan antara sapi asli Indonesia yaitu sapi Jawa dan
Madura dengan Sapi FH murni. Hasil persilangan tersebut kini populer disebut
dengan Sapi Grati dan banyak diternakkan di daerah Jawa Timur yaitu di daerah
Grati. Ciri-ciri sapi ini menyerupai sapi FH, badannya lebih kecil dari FH.
Produksi susunya pun lebih rendah dari sapi FH. Produksi susu sapi PFH 2500 – 3000
kg per laktasi.
![]() |
Gambar
9. Sapi Perah Tropis Peranakan Friesian Holstein
2.3.Bangsa
Kerbau Perah
2.3.1.
Taxonomi Kerbau
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordate
Kelas : Mamalia
Ordo : Artio dactyla
Family : Bovidae
Upa
family : Bovinae
Genus : Bubalus Spesies : B. bubalis
Dibanding sapi (Bos taurus) kerbau merupakan binatang yang bertulang besar, agak
kompak dengan badan tergantung rendah pada kaki-kaki yang kuat dengan kuku-kuku
besar. Kerbau tidak memiliki gelambir atau punuk. Salah satu jenis
kerbau sungai-salah satu jenis kerbau-bentuk tubuhnya dapat dijadikan
sebagai penghasil susu yang baik sesuai dengan bentuk tubuh dari sapi perah,
dan bentuk tubuh dari kerbau rawa jenis kerbau lain sama dengan bentuk tubuh
ras pedaging zebu. Pada umumnya, semua kerbau memiliki tanduk lebih padat
dari pada tanduk sapi. Arah pertumbuhan tanduknya pun bervariasi, sehingga
menyebabkan tanduknya berukuran lebar dibanding tanduk dari sapi perah lain.
2.3.2. Bangsa-Bangsa Kerbau Perah
1. Kerbau Murrah
Daerah
asli kerbau murrah dari Ultra Pradesh Barat, Delhi India serta Karachi di
Pakistan. Kerbau Murah merupakan kerbau penghasil susu.
Ciri-ciri Kerbau Murrah :
a. Bentuk
tubuh padat
b. Anggota
badan pendek dan kuat
c. Ekornya
mempunyai bulu kipas berwarna putih
d. Tanduk
melingkar berbentuk spiral
e. Umumnya
warnanya hitam
f. Ambing
berlkembang baik dengan vena susu menonjol
g. Berat
badan kerbau dewasa : jantan 550 kg, betina 450 kg
h. Produksi
susu 2200 – 3100 kg per laktasi dengan kadar lemak 7 %
Keturunan
kerbau Murrah yang terbentuk karena perbedaan daerah dan lokasi hidup antara
lain : Nili, Ravi dan Kundi. Kerbau Murrah banyak diternakkan di Indonesia di
daerah Medan Sumatera Utara oleh para pekerja perkebunan yang didatangkan dari
India pada masa penjajahan Belanda.
![]() |
Gambar 10. Kerbau Perah Murrah
2.
Kerbau Nili Dan Ravi
Kerbau
Nili dan Ravi merupakan keturunan dari kerbau Murrah yang hidup di daerah
sungai Sutley dan Ravi di Pakistan. Perbedaan pokok bangsa ini dengan murrah
adalah keadaan muka, dan dahi. Nili berarti biru yang mencerminkan warna sungai
Sutley. Sedangkan Ravi sering disebut sebagai bangsa Sundal bar.
Ciri-ciri fisik Kerbau Nili :
a.
Berat badan dewasa :
jantan 560 kg sedangkan betina 450 kg
b.
Tanduknya kecil
c.
Warna putih pada bagian
dahi, muka, moncong, paha dan bulu kipas ekor
d.
Produksi susu mencapai
10 kg per hari.
Ciri-ciri Fisik Kerbau Ravi :
a.
Berat badan dewasa
jantan 680 kg dan betina 630 kg
b.
Dahinya datar
c.
Warna putih pada bagian
kepala, paha, ambing dan bulu kipas ekor
d.
Produksi susu 1800 kg
per masa laktasi ( 250 hari).

Gambar 11. Kerbau Perah Nili Ravi
3.
Kerbau Kundi
Kerbau
Kundi mulanya ditemukan di daerah Sindhi sehingga dikenal dengan nama Sindhi Murrah.
Nama Kundi bermula dari istilah yang ditimbulkan oleh adanya bentuk tanduk
kerbau ini yang mirip dengan bentuk pancing.
Ciri-ciri fisik Kerbau Kunci :
a.
Warna kulit umumnya
hitam tetapi ada juga yang berwarna coklat terang.
b.
Bentuk badan kecil
lebih kecil dari Nili Ravi
c.
Dasar tanduk tebal
mengarah ke belakang, atas dan pada akhirnya melengkung membentuk ukiran
seperti pancing
d.
Dahi cukup menonjol,
muka cekung dengan mata kecil dan bercahaya
e.
Ambingnya besar dengan
vena susu menonjol
f.
Berat badan dewasa
jantan 600 kg, betina 375 kg.
g.
Produksi susu mencapai
2000 kg per laktasi (300 hari).
Gambar 12. Kerbau Perah Kundi
4.
Kerbau Surti
Kerbau
Surti adalah bangsa kerbau perah yang sangat dikenal di daerah Gujarat, negara
bagian Bombay di antara sungai Mahi dan Sabarmati.Dikenal sebagai kerbau
penghasil susu yang baik.
Ciri-ciri Fisik Kerbau Surti :
a.
Bentuk tubuhnya besar
dengan kaki agak pendek
b.
Warna kulit antara
warna hitam dan coklat
c.
Tanduk termasuk
menengah dan berbentuk bulan sabit.
d.
Terdapat warna putih
berbentuk huruf V pada tubuhnya
e.
Bulu kipas ekor
berwarna putih
f.
Berat badan jantan 670
kg dan betina 540 kg
g. Produksi
susu 1900 – 2000 kg per laktasi dengan kadar lemak 7,5 %.
![]() |
Gambar
13. Kerbau Perah Surti
2.4.
Kambing Perah
2.4.1.
Taxonomi Kambing
Dibeberapa Negara termasuk Negara
tropis walaupun banyak jenis kambing, tetapi masih sedikit sekali perhatian
terhadap seleksi atau breeding dalam usaha memperoleh satu performance yang
baik (Blakely,1991).
Ø
Filum :
Chordota (hewan bertulang belakang)
Ø
Kelas :
Mamalia (hewan menyusui)
Ø
Ordo :
Artiodactyla (hewan berkuku genap)
Ø
Famili :
Bovidae (hewan memamah biak)
Ø
Sub Famili :
Caprinae
Ø
Genus :
Capra
Ø
Spesies :
C. aegagrus
Ø
Sub Spesies: Capra aegagrus hircus
2.4.2. Bangsa-Bangsa Kambing Perah Subtropis dan Tropis
A. Bangsa
Kambing Perah Subtropis
1.
Anglo Nubian
Kambing
ini berasal dari daerah Nubia di Timur Laut Afrika. Kambing ini banyak diternakkan di Mesir, Afrika
Selatan. Ditinjau dari performance nya kambing ini merupakan persilangan antara kambing Jamnapari dari India dan
kambing Nubian.
Ciri-ciri Fisik Anglo Nubian :
a. Bulunya
berwarna hitam, merah, coklat, putih atau kombinasi warna-warna tersebut.
b. Badannya
besar dengan berta badan dewasa : jantan 90 kg, betina 70 kg.
c. Kakinya
tinggi
d. Telinga
panjang dan menggantung
e. Tidak
bertanduk
f. Profil
mukanya cembung biasa disebut “ Roman Nose “
g. Ambing
besar
h. Produksi
susunya 221 kg per laktasi ( 247 hari) dengan kadar lemak 5,6 %, sehingga
kambing ini sering disebut juga “
Jersey Cows in The Goat World “
Sifat-Sifat Kambing Anglo Nubian :
a. Kambing
ini cocok dikembangkan di daerah tropis sehingga sering digunakan untuk grading
up atau perbaikan mutu kambing local.
2.
Alpen
Kambing
ini berasal dari pegunungan Alpen di Austria dan Perancis.
Ciri-Ciri Kambing Alpen :
a.
Warnanya
bermacam-macam, putih, coklat,hitam dan kombinasi dari warna tersebut.
b.
Telinga berukuran
sedang, halus dan berdiri
c.
Baik jantan maupun
betina mempunyai bulu yang pendek
d.
Berat badan dewasa :
jantan 90 kg dan betina 55 kg.
e.
Ambingnya besar dengan
produksi susunya 4,5 kg per hari
Sifat-sifat Kambing Alpen :
a.
Sensitif terhadap sinar
matahari, sehingga bila berada di daerah tropis dipelihara di dalam kandang,
tetapi mampu menyesuaikan diri dengan baik di daerah tropis beriklim kering.
b.
Cocok hidup di daerah
pegunungan
![]() |
Gambar
14. Kambing Perah Subtropis Alpen
3.
Saanen
Kambing
Saanen asli berasal dari Swiss bagian barat. Kambing ini di Amerika disukai
bukan karena produksi susunya yang tinggi tetapi karena persistensi produksinya
yang baik.
Ciri-Ciri Kambing Saanen :
a.
Warna kambing ini
umumnya putih atau sedikit crem
b.
Garis profil mukanya
lurus atau sedikit cekung
c.
Daun telinga berdiri
dan mengarah ke depan
d.
Kambing saanen telah
sangat populer di India Barat dan produksinya selama periode laktasi 250
hari mencapai 800 kg
e.
Tidak bertanduk
Sifat-sifat Kambing Saanen :
a.
Sensitif terhadap sinar
matahari yang kuat sehingga bila dikembangkan di daerah tropis sebaiknya
dikandangkan.
b.
Kambing ini dapat hidup
dengan baik di daerah pegunungan yang dingin
![]() |
Gambar 15. Kambing Perah Subtropis Saamen
4.
Toggenburg
Kambing
Toggenburg berasal dari Swiss Timur Laut yaitu lembah Toggenburg.
Ciri-Ciri Kambing Toggenburg :
a.
Warna bulu bervariasi
dari coklat muda sampai coklat tua.
b.
Warna telinga dan kaki
putih
c.
Telinga berdiri dan
mengarah ke depan
d.
Kepala berukuran sedang
dan garis profil mukanya sedikit cekung
e.
Berat badan dewasa :
jantan 80 kg, betina 60 kg
f.
Kulit dan bulunya halus
g.
Produksi susu mencapai
600 kg selama masa laktasi (267 hari).

Gambar 16. Kambing Perah Subtropis Toggenburg
B.
Bangsa Kambing Perah
Tropis
1. Etawa
Kambing Etawa berasal dari daerah
Jamnapari, India. Oleh karena itu kambing
ini disebut juga dengan kambing Jamnapari. Kambing Etawa popular sebagai kambing perah (
susu ) di daerah India, Asia Tenggara dan daerah lain.
Ciri-ciri Fisik Kambing Etawa :
a.
Postur tubuhnya besar
b.
Telinganya lebar,
panjang dan menggantung
c.
Mukanya cembung
d.
Warna bulunya
bervariasi dengan warna dasar putih, coklat dan hitam.
e.
Berat badan dewasa :
jantan 90 kg, betina 60 kg
f.
Ambing biasanya
berkembang baik
g.
Produksi susunya 235 kg
per laktasi (261 hari) dengan kadar lemak 5,2 %. Pada masa puncak laktasi produksi susu
kambing ini mencapai 3,8 kg
Sifat-Sifat
Kambing Etawa :
a.
Pertumbuhannya baik
b.
Mampu beradaptasi
dengan sangat baik terhadap kondisi lingkungan yang ekstrim. Sehingga kambing ini
sering digunakan untuk grading up (memperbaiki
mutu kambing lokal yang lebih
kecil seperti di India, Malaysia dan Indonesia.

Gambar 17. Kambing Perah Tropis Ettawa
2.
Beetal
Kambing
ini banyak dipelihara di daerah Punjab India, Rawalpindi dan Lahore, Pakistan Barat.
Ciri-ciri Fisik Kambing Beetal :
a.
Ciri fisik kambing ini
mirip dengan kambing etawa, diduga merupakan hasil perkawinan silang
antara kambing Etawa dengan kambing lokal.
b.
Profil mukanya Roman
Nose
c.
Telinga panjang tetapi
lebih kecil dari etawa
d.
Kambing ini biasanya
berwarna coklat / merah dengan belang putih
e.
Berat badan kambing
betina dewasa kira-kira 45 kg
f.
Produksi susu 190 kg
selama masa laktasi (180 hari)

Gambar
18. Kambing Perah Tropis Beetal
3.
Damaskus
Kambing
ini banyak dipelihara di Libanon, Syria dan Ciprus.
Ciri-ciri Fisik Kambing Damaskus :
a.
Warna umumnya merah
b.
Baik jantan maupun
betina tidak bertanduk
c.
Profil mukanya Konveks
d.
Telinga panjang dan
menggantung
e.
Berat badan antara 40 –
60 kg
f.
Produksi susu 3-4 liter
per hari atau antara 300 – 600 kg
selama laktasi (8 bulan)
g.
Kambing ini lebih subur
dari kambing Saanen
![]() |
Gambar 19. Kambing Perah Tropis Damaskus
4.
Barbari
Kambing
ini banyak ditemukan di India bagian Utara dan Pakistan Barat
Ciri-ciri Fisik Kambing Barbari :
a.
Badannya lebih kecil dari
kambing Jamnapari dan Beetal.
b.
Umumnya berwarna putih
dengan bercak coklat
c.
Bulu-bulunya pendek
d.
Berat kambing dewasa
antara 27 – 36 kg.
e.
Ambingnya berkembang
dengan baik
f.
Produksi susunya 144 kg
per laktasi ( 235 hari)
Di
India kambing ini dikembangkan dengan baik karena bentuk tubuhnya yang kecil dan produksi
susunya cukup tinggi sehingga kambing ini dipandang sebagai produsen susu yang
ekonomis.
![]() |
Gambar
20. Kambing Perah Tropis Barbari
2.5.
Keistimewaan atau Keuntungan Ternak Perah
Di antara ternak ruminansia
dan ternak perah yang paling banyak diternakkan dan diusahakan, baik secara
tradisional ataupun secara komersial, adalah sapi perah. Hal ini karena sapi
perah memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan ternak ruminansia
lainnya atau dengan ternak non-ruminansia. Beberapa keistimewaan dan yang
menguntungkan tersebut adalah:
a.
Peternakan sapi perah adalah suatu usaha yang
tetap.
b.
Peternakan sapi perah menghasilkan banyak
macam produk.
c.
Biaya produksi yang lebih murah per unit
usaha.
d.
Ternak sapi perah memiliki masa hidup produksi
(life time production) yang lebih lama.
e.
Ternak sapi perah lebih efisien dalam merubah
nutrisi pakan menjadi protein hewani dan energi.
f.
Ternak sapi perah lebih baik dalam
memanfaatkan limbah pertanian.
g.
Jaminan pendapatan yang tetap.
h.
Penggunaan tenaga kerja yang tetap.
i.
Kesuburan tanah dapat dipertahankan.
j.
Memberikan peluang kombinasi usaha
k.
Skala usaha yang fleksibel
l.
Komoditas unggulan di negara maju
m. Sumber bakalan usaha
penggemukan yang baik
2.6. Peranan
Ternak Perah
Alasan-alasan yang
dikemukakan oleh para ahli makanan tersebut berlandaskan pada sifat dan
karakteristik produk susu sebagai makanan manusia hasil produksi peternakan
sapi perah, sebagai berikut:
a. Kebutuhan
pangan (konsumsi protein hewani) yang terus meningkat seiring dengan lonjakan
peningkatan populasi manusia, maka produk susu menjadi pilihan utama yang
paling mudah untuk mencukupinya.
b. Semua
produk asal susu mempunyai mutu yang spesifik dan mempunyai sifat nutrisional
yang tinggi.
c. Kemampuan
yang khusus dan efisien dari sapi perah dalam merubah bahan makanan yang tidak
berguna bagi manusia menjadi bahan makanan yang bernilai gizi tinggi.
d. Di
negara-negara maju, sapi perah menjadi sumber kekuatan ekonomi bangsa, sehingga
paling banyak diusahakan dengan jumlah populasi yang tertinggi. Dengan
perkataan lain, kontribusi terhadap pendapatan nasional dalam agrikultur
menduduki porsi yang tertinggi. Apabila terjadi kasus kelaparan di dunia,
terutama di negara-negara ketiga (under
develop), paling mudah dan cepat dapat ditanggulangi dengan produkproduk
sapi perah.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Ternak perah adalah
ternak yang dapat memproduksi susu melebihi kebutuhan anaknya dan dapat
mempertahankan produksi susu sampai jangka waktu tertentu walaupun anaknya
sudah disapih atau lepas susu. Ternak perah diperlihara khusus untuk diambil
produksi susunya. Jenis ternak perah yang ada antara lain sapi perah, kambing
perah , domba perah dan kerbau perah.
Sapi
perah adalah salah satu ternak penghasil susu. Tingginya produksi susu yang
dihasilkan mampu mensuplai sebagian besar kebutuhan susu di dunia dibanding
jenis ternak penghasil susu yang lain seperti kambing, domba dan kerbau, oleh
karena itu sapi perah mempunyai kontribusi besar terhadap pemenuhan kebutuhan
susu yang terus meningkat dari tahun ketahun.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2000. Budidaya Ternak Sapi Perah. Kantor
Deputi Bidang Pendayaguan dan Pemasyarakatan IPTEK. Jakarta.
Anonim.2010. Sejarah Domestikasi dan Nenek Moyang
Sapi Perah.http//www. Kelasfapetc.2010.file.wordpress.com. Di unduh pada
tanggal 7 April 2016.
Anonim. 2011. Asal Usul Sapi
Perah di Indonesia.http// www.duniasapi.com// 1504-sapi-perah-di-indonesia.
Di unduh pada tanggal 8 April 2016.
Anonim.
2012. Sapi Simmental. http // www.usaha-ternak-sapi potong.blogspot.com. Di unduh pada tanggal 8
April 2016.
Budi,
Usman, dkk. 2006. Buku Ajar Dasar Ternak Perah. Depertemen Peternakan Fakultas
Pertanian Universitas Sumatra Utara. Medan.
Makin,
moch. 2011. Tata Laksana Peternakan Sapi Perah. Graha Ilmu: Yogyakarta.
Muljana,
B.A. 1987. Pemeliharaan dan Kegunaan Ternak Perah.Lembaga Pengembangan
Pendidikan (LPP) dan (UNS Press). Surakarta.
Nurdin, Ellyza. 2011. Manajemen Sapi Perah. Graha
Ilmu: Yogyakarta.
Syarif,
Erif Kemal dan Harianto, Bagus. 2011. Beternak Dan Bisnis Sapi Perah. PT
Agromedia Pustaka: Jakarta Selatan.













